PROSES
PEMBELAJARAN DENGAN METODE DISKUSI KELAS DAN TUTOR SEBAYA
MEMBUAT
SISWA AKTIF

Metode
Tutor Sebaya
1) Pengertian Metode Tutor Sebaya
Selain
macam-macam metode yang disebutkan oleh Supini dan Agus D.W terdapat salah
satu metode yang menggunakan pendekatan kooperatif yaitu metode tutor sebaya.
Metode tutor sebaya adalah metode dimana seorang siswa pandai yang membantu
belajar siswa lainnya dalam tingkat kelas yang sama.
Program tutorial pada dasarnya sama dengan program
bimbingan, yang bertujuan memberikan bantuan kepada siswa atau siswa agar dapat
mencapai hasil belajar optimal. Hamalik menyatakan tutorial adalah bimbingan
pembelajaran dalam bentuk pemberian bimbingan, bantuan, petunjuk, arahan, dan motivasi
agar para siswa belajar secara efisien dan efektif. Subyek atau tenaga yang
memberikan bimbingan dalam kegiatan tutorial dikenal sebagai tutor. Tutor dapat
berasal dari guru atau pengajar, pelatih, pejabat struktural, atau bahkan siswa
yang dipilih dan ditugaskan guru untuk membantu teman-temannya dalam belajar di
kelas. Siswa yang dipilih guru adalah teman sekelas dan memiliki kemampuan
lebih cepat memahami materi yang diajarkan, selain itu memiliki kemampuan
menjelaskan ulang materi yang diajarkan pada teman-temannya. Karena siswa yang
dipilih menjadi tutor ini seumur (sebaya) dengan teman-temannya yang akan
diberikan bantuan, maka tutor tersebut sering dikenal dengan sebutan tutor
sebaya (http://10310258.blogspot.com/2012/01/model-pembelajaran-tutor-sebaya.html)
Ritta Eka Izzaty
dkk (2008: 114) memaparkan teman sebaya pada umumnya adalah teman sekolah dan
atau teman yang bermain di luar sekolah. Pengaruh teman sebaya sangat besar
bagi perkembangan social anak baik secara positif maupun negatif. Anak yang
memiliki teman sebaya melakukan kegiatan bersama dengan integritas yang tinggi,
ada keterikatan satu sama lain sehingga mereka merasa perlu untuk bersama.
Ada beberapa teori dalam mendasari strategi pembelajaran dengan tutor
sebaya adalah sebagai berikut:
a)
Zaini (dalam Suyitno, 2004:36) mengatakan bahwa
metode belajar yang paling baik adalah mengajarkan kepada orang lain. Oleh
karena itu, pemilihan model pembelajaran tutor sebaya sebagai strategi
pembelajaran akan sangat membantu siswa dalam mengerjakan materi kepada
teman-temannya.
b)
Conny Semiawan (dalam Suherman dkk, 2003:276)
mengemukakan bahwa tutor sebaya adalah siswa yang pandai memberikan bantuan
belajar kepada siswa yang kurang pandai. Bantuan tersebut dapat dilakukan
teman-teman di luar sekolah. Mengingat bahwa siswa merupakan elemen pokok dalam
pengajaran, yang pada akhirnya dapat mengubah tingkah laku sesuai dengan yang
diharapkan. Untuk itu, maka siswa harus dijadikan sumber pertimbangan di dalam
pemilihan sumber pengajaran.
c)
Suryo dan Amin (1984:51) yang dimaksud dengan
tutor sebaya adalah seorang atau beberapa orang siswa yang ditunjuk dan
ditugaskan untuk membantu siswa-siswa tertentu yang mengalami kesulitan
belajar.
Mengajar teman sebaya memberikan kesempatan kepada siswa
untuk mempelajari sesuatu dengan baik pada waktu yang sama, saat ia menjadi
narasumber bagi yang lain. (Mel Siberman, 1996 : 165).
Berdasarkan
pemaparan diatas peneliti menyimpulkan bahwa tutor sebaya merupakan
pembelajaran yang dilaksanakan melalui siswa yang memiliki kemampuan lebih
membantu dan membimbing temannya yang kurang mampu.
Metode tutor teman sebaya adalah metode pembelajaran
dimana siswa berkelompok berpasangan dua orang, seorang dari pasangan itu
mengulangi menjelaskan materi pelajaran yang diterima dari sajian guru kepada
pasangannya, kemudian pasangan yang mendengar sambil membuat catatan-catatan
kecil, kemudian bergantian peran sampai keduanya jelas dan memahami materi
pembelajaran (Ekowati, 2004).
Dari pendapat itu dapat
disimpulkan bahwa metode tutor sebaya adalah cara-cara
yang ditempuh guru untuk menciptakan situasi pembelajaran yang
benar-benar menyenangkan dan mendukung bagi kelancaran proses belajar agar
terjadi interaksi dalam proses pembelajaran dan tercapainya presentasi belajar
anak yang memuaskan sesuai yang diinginkan dengan cara seseorang atau beberapa orang yang dipercaya oleh guru
melalui beberapa aspek penilaian mampu membimbing teman sebayanya dalam kegiatan
belajar mengajar ditingkat kelas yang sama.
2)
Strategi dalam Pembelajaran Tutor Sebaya
Strategi pembelajaran (Wina Sanjaya 2011: 126) merupakan
suatu perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk
mencapai tujuan pendidikan tertentu. Untuk mencapai tujuan yang diinginkan
melalui metode tutor sebaya maka diperlukan strategi-strategi dalam
pembelajaran. Dari hal itu metode
digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Dengan demikian,
metode dalam rangkaian sistem pembelajaran memegang peran yang sangat penting.
Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara
guru menggunakan metode pembelajaran, karena suatu strategi pembelajaran hanya
mungkin dapat diimplementasikan melalui metode pembelajaran.
Mel Siberman (1996 : 1966) mengemukakan
strategi yang ada dalam metode mengajar
teman sebaya diantaranya yaitu:
a)
Group to Group (Pertukaran)
Pada
strategi ini tugas yang berbeda diberikan pada kelompok siswa yang berbeda.
Masing-masing kelompok mempelajari apa yang telah dipelajari. Prosedur strategi
ini yaitu:
(1) Pilihlah sebuah topic yang mencakup perbedaan ide, kejadian,
posisi ataupun konsep untuk ditugaskan
(2) Bagilah kelas sesuai dengan jumlah tugas yang diberikan
(3) Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas
(4) Lakukan tanya jawab di dalam kelas
b)
Everyone is a Teacher Here
(Setiap Orang adalah Guru)
Strategi
ini memudahkan guru untuk memperoleh partisipasi kelas yang besar dan tanggung
jawab individu. Setiap siswa bertindak sebagai seorang pengajar terhadap siswa
yang lain. Prosedur strategi pembelajaran ini yaitu:
(1) Bagikan kartu indeks kepada siswa dan mintalah untuk pertanyaan
sesuai materi pembelajaran.
(2) Kumpulkan kartu, kocok dan bagikan kepada semua siswa
(3) Siswa membaca pertanyaan yang diperoleh secara perlahan
(4) Salah satu siswa membacakan pertanyaan yang diperoleh kemudian
menjawabnya
(5) Siswa dan guru memberikan respon terhadap siswa tersebut
c)
Peer Lesson (Pelajaran Teman Sebaya)
Strategi
pembelajaran ini menggambarkan peer
teaching dalam kelas menempatkan seluruh tanggung jawab untuk mengajar
peserta didik sebagai anggota kelas. Prosedur strategi pembelajaran ini yaitu:
(1)
Bagilah kelas dalam beberapa
kelompok
(2)
Berilah tiap kelompok
sejumlah informasi, konsep, atau keahlian untuk mengajar yang lain.
(3)
Mintalah setiap kelompok
mengajarkan topiknya kepada kelompok yang lain.
(4)
Mintalah kelompok untuk
mempresentasikan pelajaran mereka
d)
Student-created Studies (Studi
Kasus Kreasi Siswa)
Strategi
ini menuntut suatu tindakan dan pelajaran yang dapat dipelajari dan cara-cara
mengedalikan atau menghindari situasi yang akan datang. Prosedur yang harus
dilaksanakan meliputi:
(1) Bentuklah kelompok secara berpasangan atau trio
(2) Nyatakan studi kasus bertujuan untuk mempelajari atau menguji
topic tertentu
(3) Berikan waktu yang cukup pada setiap kelompok untuk mengembangkan
topic yang ada.
(4) Setelah studi kasus selesai mintalah setiap kelompok untuk mempresentasikan
hasil studinya.
3)
Langkah – langkah Tutor Sebaya
Menurut
Hisyam Zaini (2001:1) langkah-langkah adalah sebagai berikut.
a) Pilih
materi yang memungkinkan materi tersebut dapat dipelajari siswa secara mandiri.
Materi pengajaran dibagi dalam sub-sub materi (segmen materi).
b) Bagilah
siswa menjadi kelompok-kelompok kecil yang heterogen, sebanyak sub-sub materi
yang akan disampaikan guru. Siswa-siswa pandai disebar dalam setiap kelompok
dan bertindak sebagai tutor sebaya
c) Setiap
kelompok diberi tugas mempelajari satu sub materi. Setiap kelompok dibantu oleh
siswa yang pandai sebagai tutor sebaya.
d) Beri
mereka waktu yang cukup untuk persiapan, baik di dalam kelas maupun di luar
kelas
e) Setiap
kelompok melalui wakilnya menyampaikan sub materi sesuai dengan tugas yang
telah diberikan. Guru bertindak sebagai nara sumber utama.
f) Setelah
semua kelompok menyampaikan tugasnya secara barurutan sesuai dengan urutan sub
materi, beri kesimpulan dan klarifikasi seandainya ada pemahaman siswa yang
perlu diluruskan.
Berdasarkani
uraian tersebut selanjutnya pembelajaran di kelas dapat dikembangkan dalam
bentuk soal yang lain untuk dijadikan bahan pembelajaran dalam kelompok-kelompok
kecil. Dengan demikian dalam diri siswa akan tertanam kebiasaan saling membantu
antar teman sebaya.
Agar metode
pembelajaran tutor sebaya mencapai tingkat keberhasilan yang diharapkan, Miler
(dalam Aria Djalil 1997:2.48) menuliskan saran penggunaan tutor sebaya sebagai
berikut.
a) Mulailah
dengan tujuan yang jelas dan mudah dicapai.
b) Jelaskan
tujuan itu kepada seluruh siswa (kelas).
c) Siapkan
bahan dan sumber belajar yang memadai.
d) Gunakan
cara yang praktis.
e) Hindari
kegiatan pengulangan yang telah dilakukan guru.
f) Pusatkan
kegiatan tutorial pada keterampilan yang akan dilakukan tutor.
g) Berikan
latihan singkat mengenai yang akan dilakukan tutor
h) Lakukanlah
pemantauan terhadap proses belajar yang terjadi melalui tutor sebaya.
i) Jagalah
agar siswa yang menjadi tutor tidak sombong.
4)
Kelebihan dan Kelemahan Tutor Sebaya
Menurut Suryo dan Amin (1982:51), beberapa kelebihan metode tutor sebaya
adalah sebagai berikut:
a)
Adanya suasana hubungan yang lebih dekat dan
akrab antara siswa yang dibantu dengan siswa sebagai tutor yang membantu.
b)
Bagi tutor sendiri, kegiatan remedial ini
merupakan kesempatan untuk pengayaan dalam belajar dan juga dapat menambah
motivasi belajar.
c)
Bersifat efisien, artinya bisa lebih banyak yang
dibantu.
d)
Dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dan
kepercayaan diri.
Adapun kelemahan metode tutor sebaya adalah sebagai berikut:
a)
Siswa yang dipilih sebagai tutor dan berprestasi
baik belum tentu mempunyai hubungan baik dengan siswa yang dibantu.
b)
Siswa yang dipilih sebagai tutor belum tentu bisa menyampaikan materi dengan
baik.
Selain itu menurut Beti Riawati
dalam (http://baliteacher.blogspot.com ) mengungkapkan
kelebihan dan kelemahan metode tutor sebaya sebagai berikut: untuk kelebihan
metode tutor sebaya yaitu:
a)
Anak-anak diajarkan untuk mandiri, dewasa
dan punya rasa setia kawanyang tinggi. Artinya dalam penerapan tutor sebaya
itu, anak yangdianggap pintar bisa mengajari atau menjadi tutor temannya yang
kurang pandai atau ketinggalan.
b)
Siswa lebih mudah dan leluasa dalam
menyampaikan masalah yangdihadapi sehingga siswa yang bersangkutan terpacu
semangatnya untuk mempelajari materi ajar dengan baik.
c)
Membuat siswa yang kurang aktif menjadi
aktif karena tidak malu lagi untuk bertanya dan mengeluarkan pendapat secara bebas.
d)
Membantu siswa yang kurang mampu atau
kurang cepat menerimapelajaran dari gurunya. Kegiatan tutor seraya bagi siswa
merupakan kegiatan yang kaya akan pengalaman yang
sebenarnya merupakankebutuhan siswa itu sendiri
e)
Tutor maupun yang ditutori sama-sama
diuntungkan, bagi tutor akan mendapat pengalaman, sedang yang ditutori akan lebih kreatif dalam menerima pelajaran.
Dalam penggunaan metode
pembelajaran tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan,seperti halnya tutor
sebaya. Uraian di atas adalah beberapa kelebihan dari metode tutor sebaya
sementara kekurangan tutor sebaya antaralain:
a) Tidak semua siswa dapat menjelaskan kepada temannya.
a) Tidak semua siswa dapat menjelaskan kepada temannya.
b) Tidak semua siswa
dapat menjawab pertanyaan temannya.
Dari pendapat
di atas dapat disimpulkan bahwa metode tutor sebaya memiliki kelebihan
yaitu (1) meningkatkan kemandirian belajar siswa, (2) terjalin hubungan yang lebih dekat
dan akrab antara siswa yang dibantu dengan siswa sebagai tutor yang membantu, (3) dapat meningkatkan rasa
tanggung jawab dan kepercayaan diri siswa,
(4) bagi siswa mampu meningkatkan
kegiatan belajar dengan lebih giat dan demokratis, dan (5) bagi guru lebih
efisien dalam menghadapi kegiatan belajar secara kelompok. Sedangkan
kelemahannya yaitu Siswa yang dipilih sebagai tutor belum tentu
bisa menyampaikan materi dengan baik sehingga kegiatan belajar yang
dilaksanakan terkadang menyimpang dari yang direncanakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar