Senin, 28 Januari 2013


PROSES PEMBELAJARAN DENGAN METODE DISKUSI KELAS DAN TUTOR SEBAYA
MEMBUAT SISWA AKTIF











Metode Tutor Sebaya
1)   Pengertian Metode Tutor Sebaya
Selain macam-macam metode yang disebutkan oleh Supini dan Agus D.W terdapat salah satu metode yang menggunakan pendekatan kooperatif yaitu metode tutor sebaya. Metode tutor sebaya adalah metode dimana seorang siswa pandai yang membantu belajar siswa lainnya dalam tingkat kelas yang sama.
Program tutorial pada dasarnya sama dengan program bimbingan, yang bertujuan memberikan bantuan kepada siswa atau siswa agar dapat mencapai hasil belajar optimal. Hamalik menyatakan tutorial adalah bimbingan pembelajaran dalam bentuk pemberian bimbingan, bantuan, petunjuk, arahan, dan motivasi agar para siswa belajar secara efisien dan efektif. Subyek atau tenaga yang memberikan bimbingan dalam kegiatan tutorial dikenal sebagai tutor. Tutor dapat berasal dari guru atau pengajar, pelatih, pejabat struktural, atau bahkan siswa yang dipilih dan ditugaskan guru untuk membantu teman-temannya dalam belajar di kelas. Siswa yang dipilih guru adalah teman sekelas dan memiliki kemampuan lebih cepat memahami materi yang diajarkan, selain itu memiliki kemampuan menjelaskan ulang materi yang diajarkan pada teman-temannya. Karena siswa yang dipilih menjadi tutor ini seumur (sebaya) dengan teman-temannya yang akan diberikan bantuan, maka tutor tersebut sering dikenal dengan sebutan tutor sebaya (http://10310258.blogspot.com/2012/01/model-pembelajaran-tutor-sebaya.html)
Ritta Eka Izzaty dkk (2008: 114) memaparkan teman sebaya pada umumnya adalah teman sekolah dan atau teman yang bermain di luar sekolah. Pengaruh teman sebaya sangat besar bagi perkembangan social anak baik secara positif maupun negatif. Anak yang memiliki teman sebaya melakukan kegiatan bersama dengan integritas yang tinggi, ada keterikatan satu sama lain sehingga mereka merasa perlu untuk bersama.
Ada beberapa teori dalam mendasari strategi pembelajaran dengan tutor sebaya adalah sebagai berikut:
a)         Zaini (dalam Suyitno, 2004:36) mengatakan bahwa metode belajar yang paling baik adalah mengajarkan kepada orang lain. Oleh karena itu, pemilihan model pembelajaran tutor sebaya sebagai strategi pembelajaran akan sangat membantu siswa dalam mengerjakan materi kepada teman-temannya.
b)        Conny Semiawan (dalam Suherman dkk, 2003:276) mengemukakan bahwa tutor sebaya adalah siswa yang pandai memberikan bantuan belajar kepada siswa yang kurang pandai. Bantuan tersebut dapat dilakukan teman-teman di luar sekolah. Mengingat bahwa siswa merupakan elemen pokok dalam pengajaran, yang pada akhirnya dapat mengubah tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan. Untuk itu, maka siswa harus dijadikan sumber pertimbangan di dalam pemilihan sumber pengajaran.
c)         Suryo dan Amin (1984:51) yang dimaksud dengan tutor sebaya adalah seorang atau beberapa orang siswa yang ditunjuk dan ditugaskan untuk membantu siswa-siswa tertentu yang mengalami kesulitan belajar.
Mengajar teman sebaya memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari sesuatu dengan baik pada waktu yang sama, saat ia menjadi narasumber bagi yang lain. (Mel Siberman, 1996 : 165).
Berdasarkan pemaparan diatas peneliti menyimpulkan bahwa tutor sebaya merupakan pembelajaran yang dilaksanakan melalui siswa yang memiliki kemampuan lebih membantu dan membimbing temannya yang kurang mampu.
Metode tutor teman sebaya adalah metode pembelajaran dimana siswa berkelompok berpasangan dua orang, seorang dari pasangan itu mengulangi menjelaskan materi pelajaran yang diterima dari sajian guru kepada pasangannya, kemudian pasangan yang mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian bergantian peran sampai keduanya jelas dan memahami materi pembelajaran (Ekowati, 2004).
Dari pendapat itu dapat disimpulkan bahwa metode tutor sebaya adalah cara-cara yang ditempuh guru untuk menciptakan situasi pembelajaran yang benar-benar menyenangkan dan mendukung bagi kelancaran proses belajar agar terjadi interaksi dalam proses pembelajaran dan tercapainya presentasi belajar anak yang memuaskan sesuai yang diinginkan dengan cara seseorang atau beberapa orang yang dipercaya oleh guru melalui beberapa aspek penilaian mampu membimbing teman sebayanya dalam kegiatan belajar mengajar ditingkat kelas yang sama.

2)   Strategi dalam Pembelajaran Tutor Sebaya
Strategi pembelajaran (Wina Sanjaya 2011: 126) merupakan suatu perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Untuk mencapai tujuan yang diinginkan melalui metode tutor sebaya maka diperlukan strategi-strategi dalam pembelajaran. Dari  hal itu metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, metode dalam rangkaian sistem pembelajaran memegang peran yang sangat penting. Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran, karena suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat diimplementasikan melalui metode pembelajaran.
Mel Siberman (1996 : 1966) mengemukakan strategi yang ada dalam metode mengajar teman sebaya diantaranya yaitu:
a)         Group to Group (Pertukaran)
Pada strategi ini tugas yang berbeda diberikan pada kelompok siswa yang berbeda. Masing-masing kelompok mempelajari apa yang telah dipelajari. Prosedur strategi ini yaitu:
(1)     Pilihlah sebuah topic yang mencakup perbedaan ide, kejadian, posisi ataupun konsep untuk ditugaskan
(2)     Bagilah kelas sesuai dengan jumlah tugas yang diberikan
(3)     Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas
(4)     Lakukan tanya jawab di dalam kelas
b)        Everyone is a Teacher Here (Setiap Orang adalah Guru)
Strategi ini memudahkan guru untuk memperoleh partisipasi kelas yang besar dan tanggung jawab individu. Setiap siswa bertindak sebagai seorang pengajar terhadap siswa yang lain. Prosedur strategi pembelajaran ini yaitu:
(1)     Bagikan kartu indeks kepada siswa dan mintalah untuk pertanyaan sesuai materi pembelajaran.
(2)     Kumpulkan kartu, kocok dan bagikan kepada semua siswa
(3)     Siswa membaca pertanyaan yang diperoleh secara perlahan
(4)     Salah satu siswa membacakan pertanyaan yang diperoleh kemudian menjawabnya
(5)     Siswa dan guru memberikan respon terhadap siswa tersebut
c)         Peer Lesson (Pelajaran Teman Sebaya)
Strategi pembelajaran ini menggambarkan peer teaching dalam kelas menempatkan seluruh tanggung jawab untuk mengajar peserta didik sebagai anggota kelas. Prosedur strategi pembelajaran ini yaitu:
(1)          Bagilah kelas dalam beberapa kelompok
(2)          Berilah tiap kelompok sejumlah informasi, konsep, atau keahlian untuk mengajar yang lain.
(3)          Mintalah setiap kelompok mengajarkan topiknya kepada kelompok yang lain.
(4)          Mintalah kelompok untuk mempresentasikan pelajaran mereka

d)        Student-created Studies (Studi Kasus Kreasi Siswa)
Strategi ini menuntut suatu tindakan dan pelajaran yang dapat dipelajari dan cara-cara mengedalikan atau menghindari situasi yang akan datang. Prosedur yang harus dilaksanakan meliputi:
(1)     Bentuklah kelompok secara berpasangan atau trio
(2)     Nyatakan studi kasus bertujuan untuk mempelajari atau menguji topic tertentu
(3)     Berikan waktu yang cukup pada setiap kelompok untuk mengembangkan topic yang ada.
(4)     Setelah studi kasus selesai mintalah setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil studinya.

3)        Langkah – langkah Tutor Sebaya
Menurut Hisyam Zaini (2001:1) langkah-langkah adalah sebagai berikut.
a)    Pilih materi yang memungkinkan materi tersebut dapat dipelajari siswa secara mandiri. Materi pengajaran dibagi dalam sub-sub materi (segmen materi).
b)   Bagilah siswa menjadi kelompok-kelompok kecil yang heterogen, sebanyak sub-sub materi yang akan disampaikan guru. Siswa-siswa pandai disebar dalam setiap kelompok dan bertindak sebagai tutor sebaya
c)    Setiap kelompok diberi tugas mempelajari satu sub materi. Setiap kelompok dibantu oleh siswa yang pandai sebagai tutor sebaya.
d)   Beri mereka waktu yang cukup untuk persiapan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas
e)    Setiap kelompok melalui wakilnya menyampaikan sub materi sesuai dengan tugas yang telah diberikan. Guru bertindak sebagai nara sumber utama.
f)    Setelah semua kelompok menyampaikan tugasnya secara barurutan sesuai dengan urutan sub materi, beri kesimpulan dan klarifikasi seandainya ada pemahaman siswa yang perlu diluruskan.

Berdasarkani uraian tersebut selanjutnya pembelajaran di kelas dapat dikembangkan dalam bentuk soal yang lain untuk dijadikan bahan pembelajaran dalam kelompok-kelompok kecil. Dengan demikian dalam diri siswa akan tertanam kebiasaan saling membantu antar teman sebaya.
Agar metode pembelajaran tutor sebaya mencapai tingkat keberhasilan yang diharapkan, Miler (dalam Aria Djalil 1997:2.48) menuliskan saran penggunaan tutor sebaya sebagai berikut.
a)    Mulailah dengan tujuan yang jelas dan mudah dicapai.
b)   Jelaskan tujuan itu kepada seluruh siswa (kelas).
c)    Siapkan bahan dan sumber belajar yang memadai.
d)   Gunakan cara yang praktis.
e)    Hindari kegiatan pengulangan yang telah dilakukan guru.
f)    Pusatkan kegiatan tutorial pada keterampilan yang akan dilakukan tutor.
g)   Berikan latihan singkat mengenai yang akan dilakukan tutor
h)   Lakukanlah pemantauan terhadap proses belajar yang terjadi melalui tutor sebaya.
i)     Jagalah agar siswa yang menjadi tutor tidak sombong.

4)        Kelebihan dan Kelemahan Tutor Sebaya
Menurut Suryo dan Amin (1982:51), beberapa kelebihan metode tutor sebaya adalah sebagai berikut:
a)        Adanya suasana hubungan yang lebih dekat dan akrab antara siswa yang dibantu dengan siswa sebagai tutor yang membantu.
b)        Bagi tutor sendiri, kegiatan remedial ini merupakan kesempatan untuk pengayaan dalam belajar dan juga dapat menambah motivasi belajar.
c)        Bersifat efisien, artinya bisa lebih banyak yang dibantu.
d)       Dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri.
Adapun kelemahan metode tutor sebaya adalah sebagai berikut:
a)        Siswa yang dipilih sebagai tutor dan berprestasi baik belum tentu mempunyai hubungan baik dengan siswa yang dibantu.
b)        Siswa yang dipilih sebagai tutor belum tentu bisa menyampaikan materi dengan baik.

Selain itu menurut Beti Riawati dalam (http://baliteacher.blogspot.com ) mengungkapkan kelebihan dan kelemahan metode tutor sebaya sebagai berikut: untuk kelebihan metode tutor sebaya yaitu:
a)        Anak-anak diajarkan untuk mandiri, dewasa dan punya rasa setia kawanyang tinggi. Artinya dalam penerapan tutor sebaya itu, anak yangdianggap pintar bisa mengajari atau menjadi tutor temannya yang kurang pandai atau ketinggalan.
b)        Siswa lebih mudah dan leluasa dalam menyampaikan masalah yangdihadapi sehingga siswa yang bersangkutan terpacu semangatnya untuk mempelajari materi ajar dengan baik.
c)        Membuat siswa yang kurang aktif menjadi aktif karena tidak malu lagi untuk bertanya dan mengeluarkan pendapat secara bebas.
d)       Membantu siswa yang kurang mampu atau kurang cepat menerimapelajaran dari gurunya. Kegiatan tutor seraya bagi siswa merupakan kegiatan yang kaya akan pengalaman yang sebenarnya merupakankebutuhan siswa itu sendiri
e)        Tutor maupun yang ditutori sama-sama diuntungkan, bagi tutor akan mendapat pengalaman, sedang yang ditutori akan lebih kreatif dalam menerima pelajaran.

Dalam penggunaan metode pembelajaran tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan,seperti halnya tutor sebaya. Uraian di atas adalah beberapa kelebihan dari metode tutor sebaya sementara kekurangan tutor sebaya antaralain:
a) Tidak semua siswa dapat menjelaskan kepada temannya.
b) Tidak semua siswa dapat menjawab pertanyaan temannya.

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa metode tutor sebaya memiliki kelebihan yaitu (1) meningkatkan kemandirian belajar siswa, (2) terjalin hubungan yang lebih dekat dan akrab antara siswa yang dibantu dengan siswa sebagai tutor yang membantu, (3) dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri siswa, (4)  bagi siswa mampu meningkatkan kegiatan belajar dengan lebih giat dan demokratis, dan (5) bagi guru lebih efisien dalam menghadapi kegiatan belajar secara kelompok. Sedangkan kelemahannya yaitu Siswa yang dipilih sebagai tutor belum tentu bisa menyampaikan materi dengan baik sehingga kegiatan belajar yang dilaksanakan terkadang menyimpang dari yang direncanakan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar